Shiny Flashy Green Matrix
Headlines News :
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Misteri Batu Naga & Pria Botak Memegang Kudhi di Kuningan





 Jakarta - Tim Arkelologi masih melakukan penelitian temuan dua batu bergambar naga dan pria botak memegang kudhi sejenis senjata di Gunung Pojok Tilu, Kuningan, Jabar. Masih belum terungkap makna gambar itu dan keberadaan dua buah batu di tempat itu.

"Dua naga terlihat jelas pada batu setinggi 160 cm tersebut. Naga yang pertama terlihat jelas kepala dan badannya. Naga yang kedua dapat dikatakan lengkap, yakni ada kepala yang berjambul atau bermahkota, badan, dan ekor," jelas Ketua Umum Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Dr. Ali Akbar dalam keterangannya, Sabtu (16/3/2013).

Selain pahatan naga, terdapat pahatan-pahatan lain pada batu tersebut. Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) dan Pemerintah Kabupaten Kuningan terus melakukan penelitian sepanjang bulan Maret 2013.

"Naga yang kedua ini digambarkan berada di samping seseorang berkepala botak. Orang tersebut memegang ekor naga dan tangan lainnya memegang senjata. Senjata ini kemungkinan adalah kudi atau kudhi, yakni senjata khas Banyumas," jelas Akbar.

Tim arkeolog masih mencari tahu apa kaitan antara senjata tersebut dengan Kuningan atau budaya Jawa Barat. Batu berelief tersebut berada di puncak Gunung Pojok Tilu, di mana gunung ini merupakan perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Kemungkinan pada masa lalu, batas administratif yang diterapkan saat ini belum dikenal. Selain itu, senjata kudi atau kudhi sering disebut-sebut sebagai cikal bakal bentuk kujang yang kini menjadi senjata khas Jawa Barat," jelas Ali.

Misteri Batu Naga & Pria Botak Memegang Kudhi di Kuningan





 Jakarta - Tim Arkelologi masih melakukan penelitian temuan dua batu bergambar naga dan pria botak memegang kudhi sejenis senjata di Gunung Pojok Tilu, Kuningan, Jabar. Masih belum terungkap makna gambar itu dan keberadaan dua buah batu di tempat itu.

"Dua naga terlihat jelas pada batu setinggi 160 cm tersebut. Naga yang pertama terlihat jelas kepala dan badannya. Naga yang kedua dapat dikatakan lengkap, yakni ada kepala yang berjambul atau bermahkota, badan, dan ekor," jelas Ketua Umum Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Dr. Ali Akbar dalam keterangannya, Sabtu (16/3/2013).

Selain pahatan naga, terdapat pahatan-pahatan lain pada batu tersebut. Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) dan Pemerintah Kabupaten Kuningan terus melakukan penelitian sepanjang bulan Maret 2013.

"Naga yang kedua ini digambarkan berada di samping seseorang berkepala botak. Orang tersebut memegang ekor naga dan tangan lainnya memegang senjata. Senjata ini kemungkinan adalah kudi atau kudhi, yakni senjata khas Banyumas," jelas Akbar.

Tim arkeolog masih mencari tahu apa kaitan antara senjata tersebut dengan Kuningan atau budaya Jawa Barat. Batu berelief tersebut berada di puncak Gunung Pojok Tilu, di mana gunung ini merupakan perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Kemungkinan pada masa lalu, batas administratif yang diterapkan saat ini belum dikenal. Selain itu, senjata kudi atau kudhi sering disebut-sebut sebagai cikal bakal bentuk kujang yang kini menjadi senjata khas Jawa Barat," jelas Ali.

Dikutip dari ; Detik,com

SISTEM PERTANDINGAN


1. Sistem Gugur
a. Pengertian Sistem Gugur
Sistem gugur ialah tatacara pelaksanaan pertandingan yang menetapkan bahwa peserta yang telah kalah pada babak pendahuluan atau babak sebelumnya tidak berhak mengikuti pertandingan
mengikuti pertandinga
 tahap selanjutnya. Sebagai contoh, sebuah regu atau Seorang pemain yang telah kalah dalam babak penyisihan tidak bisa bertanding pada babak selanjutnya. Hasil akhir yang diperoleh ialah peraih gelar juara, pertama dan, kedua ditentukan dalam babak akhir. Bahkan juga ditetapkan juara ketiga dan keempat sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa ciri sistem gugur ialah sebagai berikut.
1)       Yang kalah tidak berhak mengikuti pertandingan babak berikutnya.
2)         Pemenang lawan pemenang.
3)       Peserta yang tak terkalahkan sebagai juara pertama.
4)         Peserta yang kalah satu kali sebagai juara kedua.
Keuntungan memakai sistem gugur ialah:
1)       Peserta pertandingan banyak.
2)       Menghemat waktu dan biaya.
Kelemahan sistem gugur ialah:
1)         Peserta yang sama kuat bisa bertemu pada babak pendahuluan.
2)         Peserta yang sangat kuat berhadapan dengan yang sangat lemah.
3)         Peserta yang maju ke babak berikutnya belum tentu tergolong peserta yang berprestasi.
b. Bagan Pertandingan
Untuk menentukan siapa saja yang berhadapan dalam satu kesempatan, maka perlu disusun bagan pertandingan. Yang perlu diperhatikan ialah tatacara membuat bagan. Seperti contoh tersebut, terdapat delapan peserta. Karena jumlahnya delapan, maka mudah bagi kits menyusun bagan yang dimaksud.
Cara menyusunnya sebagai berikut.
1)         Tulislah nomor urut 1-8 atau tulislah dalam huruf besar, umpamanya A - H.
2)         Hubungkan kedua nomor atau huruf yang berdekatan dengan membuat garis sejajar dan garis tegak penghubung kedua garis sejajar itu.
3)      Nomor urut atau huruf pada sebelah kiri bagan digunakan sebagai nomor undian untuk menentukan siapa yang Baling berhadapan.
 
Tahap penting dalam penyusunan bagan ialah penentuan peserta. Tatacara yang biasa dilakukan yaitu dengan pengacakan, untuk itu digunakan undian. Proses pelaksanaannya sebagai berikut.
1)         Buat kertas kecil (misalnya: berukuran 3 x 4 cm).
2)         Tulis nomor undian pada kertas itu. Selanjutnya, gulung kertas itu agar nomor undiannya tidak nampak.
3)         Masukkan gulungan kertas ke dalam suatu wadah.
4)         Kocok gulungan kertas.
5)         Satu persatu peserta mengambil gulungan kertas.
6)         Nomor yang terpilih oleh peserta menunjukkan kedudukannya dalam bagan. sebagai contoh, jika tim SMA 1 jatuh pada undian nomor 1 dan SMA 8 jatuh pada nomor 2, maka kedua kesebelasan ini akan berhadapan pada babak pendahuluan.
Setelah diketahui siapa berhadapan dengan siapa, maka nama peserta ditulis pada bagan itu. Selanjutnya agar bagan itu memberikan informasi yang lengkap, sebaiknya pada bagan dicantumkan waktu dan tempat pertandingan. Setelah usai pertandingan, hasilnya ditulis pada bagan itu.
Jika kita kembali pada contoh tadi, maka mudah bagi kita untuk menulis bagan. peserta nomor I berhadapan dengan nomor 2 dan nomor 3 berhadapan dengan nomor 4, begitulah seterusnya. Pemenang berikutnya sebanyak 4 peserta Baling berhadapan, sampai kemudian yang tampil pada babak akhir yaitu dua peserta untuk memperebutkan gelar juara pertama dan kedua.
Kadangkala orang mengalami kesulitan dalam menulis bagan pertandingan. Untuk mengatasi hal itu, perlu memahami prinsip penyusunan bagan sistem gugur. Prinsip itu ialah sebagai berikut:
1)         jumlah pertandingan yaitu n - 1; (n = jumlah peserta). Oleh karena itu, jika pesertanya 8, maka jumlah pertandingan ialah 8 - 1 = 7.
2)         Bagan ditetapkan berdasarkan ketentuan yakni jumlah peserta habis dibagi dua. Seperti contoh tadi, 8 : 2 = 4, dan 4 : 2 = 2, begitu seterusnya. Tetapi bagaimana jika terdapat tujuh peserta sehingga jumlahnya tidak sama dengan kelipatan dua.
C. sistem Gugur dengan Bye
Untuk mengatasi masalah dalam contoh terdahulu, digunakan sistem gugur dengan bye. Prinsip utama sistem ini sama dengan sistem gugur murni. Namun pada babak pertama ditetapkan peserta berstatus bye atau semu agar jumlah peserta sama dengan jumlah kelipatan dua. Seperti contoh, karena pesertanya tujuh, maka ditetapkan satu bye. siapa peserta yang memperoleh lawan semu dalam bagan ditentukan dengan undian. penentuan kedudukan setiap peserta semuanya berdasarkan hasil undian.
Keuntungan sistem gugur dengan bye sama dengan keuntungan sistem gugur murni. Kelemahan­nya, terutama dalam hal kesempatan bagi regu atau peserta yang lemah untuk maju ke babak berikutnya, karena secara kebetulan dia terkena bye berdasarkan hasil undian. penyusunan bagan sama dengan sistem gugur murni.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun bagan sebagai berikut.
1)         Buatlah bagan dengan penempatan nomor (1-8 seperti dalam contoh).
2)         Tempatkan bye pada kedudukan ke-2.
3)         Kedudukan peserta dalam bagan ditentukan berdasarkan undian. Hasil undian Selanjutnya ditulis dalam bagan.
 
 Jika terdapat 16 peserta dan 4 bye, penempatannya sebagai berikut.
1)          Bye pertama diletakkan pada kedudukan ke-2.
2)          Bye kedua pada kedudukan ke-7.
3)          Bye ketiga pada urutan ke-10.
4)          Bye keempat jatuh pada urutan ke-15.
Jika hanya terdapat satu bye, biasanya ditempatkan pada kedudukan ke-2. Contoh penempatan bye lebih dari satu seperti dalam gambar berikut
 
d. Sistem Gugur dengan Seeded
Apa yang dimaksud dengan seeded' Seperti halnya dalam kejuaraan Piala Dunia 1998, beberapa tim diperlakukan sebagai seeded, umpamanya juara bertahan Brasil dan tuan rumah Perancis. Kedua tim ditempatkan dalam kelompok terpisah. Siapa tim, yang menyertainya dalam kelompok masing­masing ditentukan dengan undian.
Berdasarkan contoh itu kiranya jelas, seeded dimaksudkan untuk mencegah agar jangan sampai beberapa peserra yang dinilai kuat berjumpa pada babak pendahUluan. Tatacara ini juga dimaksudkan untuk menjamin agar yang muncul pada babak berikutnya benar-benar peserta berprestasi, bukan karena keberuntungannya.
Untuk itu dibutuhkan kriteria dalam menetapkan peserta seeded. Yang digunakan biasanya reputasi atau prestasi (misalnya juara nasional, juara bertahan) atau acuan lainnya seperti status sebagai tuan rumah. Tidak seperti pemakaian sistem gugur murni, peserta yang tergolong seeded ditetapkan sebelum began lengkap tersusun. Bahkan sejak jauh hari atau sebelum undian, sudah dikomunikasikan siapa peserta seeded itu.
Keuntungan menggunakan sistem seeded sebagai berikut.
1)         Pertandingan tidak memakan waktu lama.
2)         Hemet biaya, tenaga dan peralatan.
3)         Peserta te.balk berpeluang banyak untuk keluar sebagai juara.
Kelernahan sistem seeded sebagai berikut.
1)         Peserta yang lemah hampir dapat dipastikan akan kalah dari peserra seeded, meskipun bisa terjadi kejutan.
2)         Tak ada kemungkinan bagi setiap peserra untuk berhadapan, karena sebelumnya telah ditentukan peserta seeded.
Beberapa hat yang perlu diperhatikan dalam penerapan sistem seeded sebagai berikut.
1)         Bila hanya satu seeded, tempatkan pada urutan terbawah.
2)         Bila ada dua peserta seeded, masing-masing ditempatkan pada kedudukan teratas dan terbawah.
3)         Bila jumlah seeded lebih dari dua, tempatkan peserta itu dengan jarak tiga angka dari seeded pertama dan tiga angka dari seeded terakhir.
e. Sistem Gugur dengan Ronde pendahuluan
Sistem gugur dengan ronde pendahuluan ialah penyelenggaraan pertandingan antara. - peserta sebelum babak pertama bagi semua peserta. Pemenang pertandingan babak pendahL: selanjutnya berhak mengikuti babak berikutnya. Tatacara ini merupakan proses saringan bagi peserta tertentu.
Tujuan utama penyelenggaraan ronde pendahuluan ialah mengurangi jumlah peserta babak pertama. jika misalnya jumlah peserta. sebanyak 10 orang sedangkan angka patokan lebih kecil dari jumlah peserta ialah delapan, maka harus menggugurkan dua. peserta. seperti disinggung pada awal bab ini, angka patokan berupa kelipatan angka dua ialah 2, 4, 8, 16, 32 dan seterusnya.
Dalam gambar berikut nampak bahwa, dua. peserta harus digugurkan. Pemenang pertandinga-. babak pendahuluan itu berhak maju ke babak pertama, hingga seterusnya diperoleh juara pertama dan kedua. Keuntungan terutama dalam hal penciutan jumlah peserta yang bertanding dalam babak pertama. seperti halnya sistem gugur lainnya, sistem gugur ronde pendahuluan menekankan penghematan waktu, biaya, clan fasilitas pertandingan.
Tentu saja ada. kelemaha.inya. Beberapa peserta memperoleh keuntungan jika kebetulan tidak terpilih sebagai peserta yang harus mengikuti ronde pendahuluan. Penentuannya berdasarkan undian. Kesulitan lain yang dihadapi jika jumlah peserta melebihi angka patokan clan tergolong besar. Misalnya saja, jika peserta. sebanyak 25 dan angka patokan di bawah jumlah itu 16 maka yang harus digugurkan sebanyak 9 peserta. Tentu saja dalam penyelenggaraannya memerlukan waktu, biaya clan tenaga.

 
2. Sistem Kompetisi
Berbecla dengan sistem gugur, sistem kompetisi memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk Baling berhadapan. Dua jenis kompetisi yang lazim dipakai ialah, kompetisi penuh dan setengah kompetisi. Dalam kompetisi penuh setiap peserta berhadapan dua kali sedangkan

e. Sistem Gugur dengan Ronde Pendahuluan
Sistem gugur dengan ronde pendahuluan ialah penyelenggaraan pertandingan antara beberapa peserta sebelum babak pertama bagi semua peserta. Pemenang pertandingan babak pendahuluan itu selanjutnya berhak mengikuti babak berikurnya. Tatacara ini merupakan proses saringan bagi sejumlah peserta tertentu.
Tujuan utama penyelenggaraan ronde pendahuluan ialah mengurangi jumlah peserta pada babak pertama. jika misalnya jumlah peserta sebanyak I 0 orang sedangkan angka patokan yang lebih kecil dari jumlah peserta ialah delapan, maka harus menggugurkan dua peserta. Seperti telah disinggung pada awal bab ini, angka patokan berupa kelipatan angka dua ialah 2, 4, 8, 16, 32 dan seterusnya.
Dalam gambar berikut nampak bahwa dua peserta harus digugurkan. Pemenang pertandingan babak pendahuluan itu berhak maju ke babak pertama, hingga seterusnya diperoleh juara pertama dan kedua. Keuntungan terutama dalam hal penciutan jumlah peserta yang bertanding dalam babak pertama. Seperti halnya sistem gugur lainnya, sistem gugur ronde pendahuluan menekankan penghematan waktu, biaya, dan fasilitas pertandingan.
Tentu saja ada kelemaha.inya. Beberapa peserta memperolch keuntungan jika kebetulan tidak terpilih sebagai peserta yang harus mengikuti ronde pendahuluan. Penentuannya berdasarkan undian. Kesulitan lain yang dihadapi jika jumlah peserta melebihi angka patokan dan tergolong besar. Misalnya saja, jika peserta sebanyak 25 dan angka patokan di bawah jumlah itu 16 maka yang harus digugurkan sebanyak 9 peserta. Tentu saja dalam penyelenggaraannya memerlukan waktu, biaya dan tenaga.

Legenda Kuliner Nusantara yang Khas dan Unik


Sate Kelinci H Zaenal, terpilih sebagai salah satu legenda kuliner khas Bekasi, dan dilibatkan dalam Festival Jajanan Bango di Bekasi, Sabtu (23/4/2011).
             Citarasa Asia soal makanan sungguh kaya, dan Indonesia termasuk di dalamnya. Sebut saja sejumlah negara di Asia yang memiliki keunikan dan kekhasan kulinernya. Thailand, India, semua punya legenda kuliner yang menggoda. Indonesia, juga kaya dengan pilihan kuliner. Berburu kuliner seharian takkan bisa menuntaskan rasa ingin tahu atas ragam pilihan selera khas nusantara.

Festival Jajanan Bango (FJB) 2011 memulai perjalanannya di Bekasi, Sabtu (23/4/2011). Sekitar 10 legenda kuliner khas Bekasi dijajakan dan memanjakan lidah. Sedangkan lebih dari 30 kuliner khas nusantara memeriahkan kegiatan festival kuliner satu hari ini. Kuliner dikatakan melegenda jika keberadaannya lebih dari 10 tahun melayani selera masyarakat setempatnya. Kuliner lokal yang melegenda seperti ini banyak ditemui di berbagai kota di Indonesia. Karenanya, FJB berencana menyambangi empat kota lain setelah Bekasi. Depok, Sidoarjo, Kediri, dan Malang dianggap juga memiliki kuliner khas melegenda.

Di Bekasi, Gabus Pucung Ibu Wati atau Sate Kelinci H Zaenal sudah tak asing lagi. Gabus Pucung buatan Ibu Wati yang hangat dan segar, dengan kuah kecap, dijajakan di FJB Bekasi. Kuliner khas Bekasi ini sudah 14 tahun melayani selera pembeli di kawasan Rawa Panjang, Bekasi. Berlokasi di Jalan Kartini, Gabus Pucung Ibu Wati rutin melayani pembeli setiap hari. Pemiliknya, Wati, menghabiskan 20 kilogram gabus setiap hari. Selain gabus, sup tulang iga sapi juga banyak digemari. Khusus tulang iga, Wati menghabiskan 150 kilogran tulang iga perharinya. Perempuan asli Betawi ini dinilai layak dinobatkan sebagai pemilik legenda kuliner khas nusantara di FJB 2011.

Lain lagi kisahnya dengan H Zaenal, pemilik Pondok Sate Kelinci. H Zaenal sehari-hari berjualan di kawasan Kalimalang, perbatasan Jakarta Timur menuju Bekasi. Kegigihan H Zaenal membuat pondok satenya bertahan hingga kini.  Maklum, dulunya, ia berjualan menggunakan tenda dan selalu saja menjadi korban gusur paksa. Meski begitu, kekhasan sate kelinci buatannya bikin pelanggan selalu merindu untuk datang lagi ke kedainya. Kuncinya, H Zaenal tak main-main dalam penggunaan bahan makanan, dengan memerhatikan kualitas masakan. Pemilihan daging kelinci juga harus tepat, dari segi umur maupun cara memasaknya. Bumbu yang digunakan konsisten turun temurun. Alhasil, pelanggan senang memanjakan lidah di pondoknya. Dalam sehari, H Zaenal melayani ratusan pelanggan mulai pukul 11:00 hingga 23:00 WIB.

H Zaenal juga mengedukasi pelanggannya. Stan Sate Kelinci miliknya di FJB 2011 memasang spanduk berisi penjelasan manfaat olahan kelinci. Disebutkannya, daging kelinci rendah lemak dan kolesterol mengandung protein tinggi. Mengonsumsi olahan kelinci bisa membantu kelancaran persalinan dan membantu meningkatkan kesuburan pria dan wanita. Boleh jadi, penjelasan ini adalah strategi berdagang ala H Zaenal. Apapun itu, Pondok Sate Kelinci H Zaenal membuktikan, dagangannya layak dikategorikan legenda kuliner nusantara oleh Kecap Bango.

Selain khas, festival kuliner nusantara juga punya keunikan. Seperti stan rujak cingur yang didatangkan langsung dari Surabaya. Nur Aini, pemilik Rujak Cingur Sedati dari Surabaya membawa serta cobek berukuran jumbo untuk menyiapkan bumbu rujak cingur yang khas. Tak butuh waktu lama bagi Nur Aini untuk menyiapkan bumbu rujak dengan cobek batu dan ulekan kayu. Satu cobek besar miliknya bisa menampung kebutuhan bumbu rujak untuk 150 porsi. Keunikan dan kekhasan kuliner lokal seperti ini hanya bisa ditemukan di Indonesia yang kaya citarasa juga selera.

Pesawat Yuri Gagarin

NASA TV Gagarin saat mendekati Stasiun Antariksa.
MOSKWA, KOMPAS.com - Roket Soyuz TMA-21 milik Rusia yang diberi nama khusus Gagarin sukses bergabung ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Wahana ruang angkasa tersebut membawa kapsul berisi tiga awak yang akan bertugas di ruang angkasa selama enam bulan ke depan.
Gagarin diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pada 4 April 2011 lalu dari landasan pacu saat sama dengan roket yang membawa Yuri Gagarin melesat ke ruang angkasa pada 12 April 1961 dengan roket Vostok. Gagarin tercatat sebagai orang pertama di dunia yang mencapai luar angkasa. Peluncuran tersebut sekaligus memperingati 50 tahun misi berawak Rusia.
Kalau 50 tahun yang lalu, roket hanya membawa satu awak, kali ini roket bisa membawa tiga awak sekaligus dan telah menjadi alat transportasi antara Bumi dan stasiun antariksa. Roket luar angkasa Gagarin membawa dua kosmonot Rusia, Alexander Samoukutyaev dan Andrey Borisenko, serta seorang astronot NASA Ron Gagan. Ketiganya akan menggantikan tugas di stasiun antariksa sampai September 2011 mendatang.
Saat memecahkan rekor menjadi orang pertama di luar angkasa, Gagarin hanya mengorbit Bumi satu putaran saja. Kapsul yang membawanya mendarat dengan aman 108 menit sejak peluncuran dilakukan. Kini, misi luar angkasa bisa dilakukan jauh lebih lama berkat perkembangan teknologi. Sayang, Gagarin tidak sempat melihat kelanjutan pengembangan misi antariksa karena ia tewas mendadak setelah pesawat latih yang ditumpanginya mengalami kecelakaan pada tahun 1968. Gagarin mati muda di usia 34 tahun.

Denyut Berlin Setelah Tembok Runtuh

KOMPAS/INDIRA PERMANASARI Berliner Dom (Katedral Berlin) merupakan salah satu bangunan indah di kawasan Pulau Museum di Berlin.
Oleh: Indira Permanasari
KOMPAS.com — Cerita tembok Berlin adalah milik warganya, juga banyak orang di berbagai negara yang membaca, mendengar, atau menonton kisah tentang orang-orang yang terbelenggu tembok itu. Juga dalam ingatan saya.
Tembok Berlin adalah kisah keluarga yang terpisah dan orang-orang yang berusaha menyeberang meski bertaruh nyawa. Tembok itu didirikan memang untuk mencegah orang Berlin timur pindah ke barat. Keruntuhannya pada 9 November 1989 menjadi pertanda runtuhnya partisi ideologi yang pernah membagi dunia.
Februari silam, saya berdiri terpaku di ujung tembok yang memanjang sekitar 2 kilometer di depan Stasiun Kereta Ostbahnhof. Dahulu, Ostbahnhof merupakan stasiun terbesar di Berlin timur. Udara musim dingin menggigit kulit. Untuk mengusir rasa dingin, saya bergegas menelusuri tembok itu.
Semakin tampak jelaslah lukisan yang memenuhi sisi dinding yang disebut ”east side galery”. Lukisan-lukisan yang selesai dikerjakan pada 2009 itu menimpa coretan-coretan lama. Mulai dari lukisan abstrak matahari terbelenggu rantai hingga tulisan-tulisan seperti politik... ist die fortsetzung des krieges mit anderen mitteln atau ”politik merupakan kelanjutan perang dengan cara lain”.
Pikiran saya terbang menghampiri Regina Koeher, wartawati lokal yang hidup di Berlin timur. ”Sulit bagi saya menggambarkan perasaan saat tembok itu runtuh. Saya hanya ingat rasanya begitu bebas, lepas dari kurungan,” ujar Regina.
Selain tembok, sisa pemisahan terlihat dari berbagai bangunan kembar. Setelah tembok runtuh, tinggallah bangunan-bangunan dengan fungsi serupa di kedua sisi Berlin. Ada dua bandara, dua perpustakaan nasional, dua kebun binatang, dan dua gedung musik.
Denyut Berlin
Lebih dari 20 tahun berlalu sejak runtuhnya tembok. Wajah Berlin pun berubah drastis seiring dengan booming pembangunan infrastruktur. Salah satu kreasi baru terlihat di sekitar Postdamer Platz, seperti konstruksi Museum Yahudi oleh Daniel Libeskind dan Holocaust Memorial oleh Peter Eisenman. Holocaust Memorial terbuat dari 2.711 balok batu raksasa di lahan yang berkontur. Tempat favorit para turis berfoto ria.
Saya kemudian menyempatkan diri ke kompleks Postdamer Platz, terutama ke Sony Center, pada malam hari. Di tengah kompleks yang sebetulnya lokasi bisnis dan perkantoran itu terdapat karya arsitektur modern semacam area lapang dengan kolam dan kubah Sony Center di atasnya. Kubah seolah menjadi oase di tengah kepungan gedung perkantoran, bioskop, pusat perbelanjaan, stasiun, dan restoran. Malam hari merupakan saat yang tepat untuk mengunjungi tempat ini. Permainan air mancur, lampu, kubah, dan musik menghidupkan malam. Gratis.
Berlin boleh dikatakan ramah bagi tukang jalan dengan dana terbatas. Salah satu kenikmatan ialah kemudahan transportasi. Saya dapat berkeliling kota berbekal tiket seharga beberapa euro yang berlaku satu hari penuh. Ada begitu banyak mercu-tanda (landmark) yang bebas dinikmati, mulai dari sisa tembok, gerbang Bradenburg, gedung parlemen, taman, hingga Pulau Museum di pinggir Sungai Spree yang bening.
Kawasan Pulau Museum yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO tidak akan saya lewatkan. Terdapat sejumlah museum besar berisi artefak peradaban dunia, mulai dari Yunani hingga Mesir, serta berbagai karya seni. Di kompleks tersebut berdiri antara lain Museum Bode, Altes Museum, Alte Nationalgalerie, Pergamon Museum, dan Neues Museum.
Lalu, saya putuskan kembali ke masa lalu, Checkpoint Charlie, pos mirip gardu keamanan dengan tumpukan karung di sekitarnya dan bendera AS. Berdekatan dengan Checkpoint C, terdapat deretan toko oleh-oleh yang menjual cukilan-cukilan batu yang katanya bagian dari tembok Berlin, dikemas dalam kotak plastik bening. Saya mengangkut beberapa untuk jadi penyambung ingatan sejarah kelam tempat itu.
 

Iklan

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Catatan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger