1. ARITOTELES
Pemikiran
Filsafat
Aristoteles berkembang dalam tiga tahapan yang pertama ketika dia
masih belajar di Akademi Plato ketika gagasannya masih dekat dengan
gurunya tersebut, kemudian ketika dia mengungsi, dan terakhir pada
waktu ia memimpin Lyceum mencakup enam karya tulisnya yang membahas
masalah
logika,
yang dianggap sebagai karya-karyanya yang paling penting, selain
kontribusinya di bidang Metafisika, Fisika, Etika, Politik, Ilmu
Kedokteran, Ilmu Alam dan karya seni.
[rujukan?]
Di bidang
ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan
spesies-spesies biologi secara sistematis.
[rujukan?] Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisa kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam.
[rujukan?]
Berlawanan dengan Plato yang menyatakan teori tentang bentuk-bentuk
ideal benda, Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa
bentuk karena ia ada (eksis).
[rujukan?]
Pemikiran lainnya adalah tentang gerak dimana dikatakan semua benda
bergerak menuju satu tujuan, sebuah pendapat yang dikatakan bercorak
teleologis.
[rujukan?]
Karena benda tidak dapat bergerak dengan sendirinya maka harus ada
penggerak dimana penggerak itu harus mempunyai penggerak lainnya hingga
tiba pada penggerak pertama yang tak bergerak yang kemudian disebut
dengan
theos, yaitu yang dalam pengertian Bahasa Yunani sekarang dianggap berarti
Tuhan.
[rujukan?]Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir
deduktif (
deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal.
[rujukan?] Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir
induktif (
inductive thinking).
[rujukan?]
Hal lain dalam kerangka berpikir yang menjadi sumbangan penting
Aristoteles adalah silogisme yang dapat digunakan dalam menarik
kesimpulan yang baru yang tepat dari dua kebenaran yang telah ada.
[rujukan?] Misalkan ada dua pernyataan (premis)
[rujukan?]:
- Setiap manusia pasti akan mati (premis mayor).
- Sokrates adalah manusa (premis minor)
- maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Sokrates pasti akan mati
Di bidang
politik, Aristoteles percaya bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi dan
monarki.
[rujukan?]
Karena luasnya lingkup karya-karya dari Aristoteles, maka dapatlah ia
dianggap berkontribusi dengan skala ensiklopedis, dimana kontribusinya
melingkupi bidang-bidang yang sangat beragam sekali seperti Fisika,
Astronomi, Biologi, Psikologi, Metafisika (misalnya studi tentang
prisip-prinsip awal mula dan ide-ide dasar tentang alam), logika formal,
etika, politik, dan bahkan teori retorika dan puisi.
[rujukan?]
Di bidang seni, Aristoteles memuat pandangannya tentang keindahan dalam buku
Poetike.
[1] Aristoteles sangat menekankan empirisme untuk menekankan pengetahuan.
[1] Ia mengatakan bahwa pengetahuan dibangun atas dasar pengamatan dan penglihatan.
[1] Menurut Aristoteles keindahan menyangkut keseimbangan ukuran yakni ukuran material.
[1] Menurut Aristoteles sebuah karya seni adalah sebuah perwujudan artistik yang merupakan hasil
chatarsis disertai dengan estetika.
[1] Chatarsis adalah pengungkapan kumpulan perasaan yang dicurahkan ke luar.
[2] Kumpulan perasaan itu disertai dorongan normatif.
[2] Dorongan normatif yang dimaksud adalah dorongan yang akhirnya memberi wujud khusus pada perasaan tersebut.
[2] Wujud itu ditiru dari apa yang ada di dalam kenyataan.
[2].aristoteles
juga mendefinisikan pengertian sejarah yaitu Sejarah merupakan satu
sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk
kronologi. Pada masa yang sama, menurut beliau juga Sejarah adalah
peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekod-rekod atau
bukti-bukti yang konkrit.
2.Socrates
Filosofi
Peninggalan
pemikiran Socrates yang paling penting ada pada cara dia berfilsafat
dengan mengejar satu definisi absolut atas satu permasalahan melalui
satu
dialektika. Pengejaran pengetahuan hakiki melalui penalaran dialektis menjadi pembuka jalan bagi para
filsuf selanjutnya. Perubahan fokus filsafat dari memikirkan alam menjadi manusia juga dikatakan sebagai jasa dari Sokrates.
Manusia menjadi objek filsafat yang penting setelah sebelumnya dilupakan oleh para pemikir hakikat
alam semesta. Pemikiran tentang manusia ini menjadi landasan bagi perkembangan filsafat etika dan epistemologis di kemudian hari.
1. Filsafat
Kata filsafat dari bahasa Yunani yaitu philosophia. Dalam bahasa ini,
kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia =
persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti
harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Filsafat adalah
studi yang mempelajari semua hal tentang kehidupan dan pemikiran
manusia secara kritis. Filsafat merupakan hasil perenungan
kefilsafatan. .
Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan
keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak
menggantungkan diri kepada [agama] lagi untuk mencari jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan ini.
2. Filsafat Yunani
Filsafat Yunani dalam sejarah filsafat merupakan tonggak pangkal
munculnya filsafat. Filsuf-filsuf pada masa Yunani adalah orang yang
mulai melepaskan diri dari mitos-mitos dan mencari pertanggungjawaban
yang rasional daripada kenyataan mencari apa yang tetap dan kekal dalam
kenyataan yang berubah-ubah. Pertama, pada bangsa Yunani, terdapat
suatu mitologi yang kaya serta luas. Mitologi ini dapat dianggap sebagai
perintis yang mendahului filsafat, karena mite-mite merupakan
percobaan untuk mengerti.
Melalui mite manusia mencari keterangan tentang asal-usul alam semesta
dan tentang kejadian yang berlangsung di dalamnya. Mite mencari
keterangan tentang asal-usul alam semesta sendiri disebut mite
kasinogaris Sedangkan tentang asal-usul alam semesta serta sifat
kejadian-kejadian dalam alam semesta disebut mite kosmologis.
Masyarakat Yunani mengadakan beberapa usaha untuk menyusun mite-mite
yang diceritakan oleh rakyat menjadi suatu keseluruhan yang sistematis,
mereka sudah menyatakan keinginan mengerti hubungan mite-mite satu sama
lain.
Awal pergumulan akal dengan mite-mite ini terjadi pada kira-kira abad
ke 6 SM, akhirnya di wilayah Yunani muncullah pemikir-pemikir yang
disebut filsuf alam. Dinamakan demikian karena objek yang dijadikan
pokok persoalan adalah mengenai alam (kosmos). Tujuan filosofi mereka
adalah memikirkan soal alam besar darimana terjadinya alam, itulah yang
menjadi sentral persoalan bagi mereka
3. Tokoh-tokoh filsafat Yunani antara lain yaitu :
1. Filsafat Yunani pra-Sokrates : filsafat alam mencari penjelasan
daripada alam, Khususnya terjadi segala-galanya dari prinsip pertama
charce.
A. Filsuf pertama dari miletos
Ketiga filsuf yang pertama : Thales (625-545 SM), Anaximandros
(610-540SM), dan Anaximenes (538-480 SM) yang bertempat tinggal di
Milletos. Pada awal abad ke-6 SM, Milletoslah yang menjadi tempat lahir
untuk filsafat dan bukan kota lain. Kota ini letaknya di bagian
selatan pesisir Asia Kecil.
1. THALES (625-545 SM)
Seorang filosof pertama, gelar yang diberikan oleh Aristoteles. Ia
seorang saudagar yang sering berlayar ke negeri Mesir dan menemukan
ilmu ukur dari mesir dan membawanya ke Yunani. Diceritakan pula bahwa
dia juga ahli politik yang terkenal dari Milletos. Dia juga berhasil
meramal gerhana matahari pada tanggal 28 Mei 585 SM. Karena hal itu dia
dikenal sebagai ahli astronomi dan metafisika. Beberapa penemuan
Thales menggiring cara berpikir manusia dari mitos-mitos kepada alam
nyata yang empiris.
Sumber utama ajaran Thales yang diungkapkan oleh Aristoteles
sebagaimana pendapatnya mengenai metafisika, Aristoteles menyatakan
bahwa Thales adalah orang pertama yang memikirkan tentang asal-muasal
terjadinya alam semesta ini. Menurut Thales asal mula alam semesta ini
adalah air. Air adalah pusat , sumber, dasar (principle)
segala-galanya. Segala sesuatu yang berasal dari air dan kembali menjadi
air pula.
Argumen Thales merupakan argument yang bukan hanya rasional tetapi
observatif, meskipun pada zamannya belum lahir ilmu pengetahuan yang
segala sesuatu baru dinyatakan benar jika telah terbukti secara empirik
dan observatif. Pandangan Thales merupakan cara berpikir yang sangat
tinggi karena sebelumnya orang Yunani sering mengambil jawaban tentang
alam dengan kepercayaan dan mitos yang dipenuhi dengan ketahayulan.
Thales telah membuka alam pikiran dan keyakinan tentang alam serta asal
muasalnya. Tanpa menunggu hadirnya penemuan ilmiah dan dalil-dalil
agamais.
Naluriah imannya Thales yaitu animisme, yang mempercayai bahwa bukan
hanya yang hidup saja yang memilki jiwa tetapi juga benda mati
mempunyai jiwa. Aristoteles menamakan pendapat Thales yang menyatakan
bahwa jagat ini mempunyai jiwa. Sering kali itu disebut dengan
hylezoisme yaitu teori mengenai materi yang hidup.
Thales disebut bapak filsafat Yunani sebab dialah filosof yangpertama,
ia tak akan pernah meninggalkan pelajaran yang dituliskannya sendiri.
Filosofinya diajarkan dari mulut ke mulut. Baru Aristoteles
menuliskannya kemudian.
2. ANAXIMANDROS (610-547 SM)
Dia salah satu murid Thales. Usianya 15 tahun lebih muda dari Thales
tetapi meninggal 2 tahun lebih dulu dari Thales. Dia adalah orang yang
berjasa dalam dunia astronomi dan geografi sebab dia orang pertama yang
membuat peta. Anaximandros juga mencari prinsip terakhir yang dapat
memberikan pengertian mengenai kejadian-kejadian dalam alam semesta.
Menurutnya segala sesuatu itu berasal dari to opeiron yaitu yang tak
terbatas, sesuatu yang tak terhingga, opeiron itu sebagai prinsip yang
fundamental. Opeiron adalah barang yang asal yang tidak berhingga dan
tiada keputusan itu mustahil bagi salah satu dari barang yang berakhir
itu.
Anaximandros menerangkan bagaimana dari apeiron timbul alam semesta
yang bermula dari keluarlah yang panas dan yang dingin. Yang panas
membalut yang dingin sehingga yangdingin itu terkandung di dalamnya.
Dari yang dingin itu terjadilah yang cair dan yang beku, yang beku
inilah yang kemudian menjadi bumi.
Sebagai filosof ia mempunyai pandangan bahwa alam adalah satu tetapi
prinsip dasar tentang alam itu berasal dari jenis yang tak terhitung
dan tak terbatas (apeiron). Sifat-sifat yang diberikan Anaximandros
tentang apeiron yaitu sesuatu zat yang tak terhingga, tak terbatas,
dan tak dapat diserupakan dengan alam. Pemahaman tentang operion dapat
dianalogikan dengan pandangan orang muslim tentang Tuhan. Inilah
kesimpulan hokum dunia menurut Anaximandros, disini nampak kelebihannya
daripada gurunya, selagi Thales berpendapat bahwa barang yang asal itu
salah satu dari yang lahir, yang tampak, yang berhingga juga,
Anaximandros meletakkannya di luar alam yang memberikan sifat yang
tiada berhingga padanya dengan tiada dapat diserupai.
Selain itu, menurutnya bumi berbentuk silinder dan lebarnya tiga kali
tingginya. Bumi itu tidak dapat jatuh sebab bumi kedudukannya sebagai
pusat jagat raya .
3. ANAXIMENES (585-524 SM)
Dia adalah murid Anaximandros yang secara substansial pemahamannya
tentang alam tidak berbeda dengan gurunya. Anaximenes mengajarkan asal
dari alam ini satu dan tidak terhingga hanya saja dia tidak dapat
menerima aximenes bahwa yang asal itu tidak ada persamaannya dengan
bartang yang lahir dan tidak dapat dirupakan. Baginya yang asal
mestilah satu dari yang ada dan yang nampak. Barang yang asal itu
adalah udara, udara itulah yang satu dan tidak berharga.
Berpendapat bahwa prinsip yang merupakan asal-usul segala sesuatu
yaitu udara. Menurutnya jiwa menjamin kesatuan tubuh kita demikianpun
udara meliputi segala-galanya. Jiwa sendiri juga tidak lain dari udara
saja yang dipupuk dengan bernafas Mka dia merupakan yang pertama
berpikir persamaan antara tubuh manusia dan jagat raya. Pandangan
tersebut didasarkan atas alasan:
1. Udara terdapat dimana-mana, dunia itu diliputi oleh udara, tidak ada
satu ruanganpun tidak terdapat udara didalamnya maka udara itu tidak
ada habisnya.
2. Keistimewaan udara yaitu senantiasa bergerak olehkarena itu udara
memegang peranan yang penting dalam berbagai perubahan dalam ala mini.
3. Udara adalah unsur kehidupan karena tak ada sesuatupun yang hidup tanpa udara.
Mengenai terjadinya alam ini semuanya terjadi karena udara. Gerak
udaralah yang menjadi sebabnya. Jika udara jarang maka terjadilah api.
Jika rapat terjadilat angina dan awan, jika udara bertambah rapat lagi
turunlah hujan dari awan itu. Dari pandangan dan hasil perenungan
filosof pertama dari Milethos dapat disimpulkan
a. Alam semesta merupakan keseluruhan yang mempunyai dasar atas asal yang satu
b. Alam semesta ini dikuasai oleh hukum, kejadiannya tidak terjadi
secara kebetulan melainkan ada semacam keharusan di belakang
kejadian-kejadian itu.
c. Akibatnya, alam semesta kita ini merup[akan kosmos (alam yang teratur )
Anaximenes merupakan filosof alam terakhir dari kota milethos, sesudah ia meninggal maka berakhirlah filosof dari kiota itu.
B. Filsuf-filsuf lain
1. PHYTAGORAS
Pada tahun 530 SM, seorang dari Italia menetap dikota Kroton Krovena
orang Greek berangsur-angsur mencari tempat kediaman. Di kota itu
didirikan sebuah perkumpulan agama,yang biasa disebut kaum Phytagoras.
Perkumpulan itu menjadi sebuah torikot, mereka diam dan menyisihkan
diri dari masyarakat dan hidup selalu dengan amal ibadah. Menurut
berbagai keterangan Phytagoras terpengaruh oleh hal yang mistik yang
berkembang pada saat itu di Yunani, yang bernama Orvisisme Ujung yang
terikat Phyta, ialah mendidik kebatinan dan mengikat ruh. Phyta percaya
akan kepindahan jiwa dari mahluk yang sekarang kepada mahluk yang akan
datang. Apabila seseorang meninggal maka jiwanya akan kembali ke
dunia, masuk dalam badan salah satu hewan. Menurut kepercayaan Phyta,
manusia itu asalnya Tuhan, jiwa itu adalah penjelmaan dari Tuhan, yang
jatuh ke dunia karena berdosa dan akan kembali lagi kelangit bila sudah
habis dicuci dosanya. Dengan hidup murni tetapi prosesnya
berangsur-angsur. Untuk hidup murni harslah orang mematangkan makan
daging dan kacang. Menurut kepercayaan Phyta itu menjadi penganjur
vegetarisme, makan sayur-sayuran dan buah-buahan saja. Menurut
kepercayaan kaum Phyta setiap orang harus bertanggung jawab dalam
hatinya tentang perbuatannya sehari-hari. Hidup di dunia menurut paham
Phyta, adalah persediaan untuk akhirat, sebab itu semua dikerjakan
untuk kemudian. Phyta sendiri tidak meninggalka ajaran yang tertulis,
apa yang keliuar dari mulut sendiri susah memisahkannya dari yang dari
yang ditambahkan oleh murid-muridnya . orang hanya tahu bahwa Phyta
lebih besar pengaruhnya karena dipandang sebagai dewa. Jadi apa yang
dikatakannya selalu benar walaupun sebenarnya salah. Selain ahli mistik
Phytagoras juga sebagai ahli fikir terutama dalam ilmu matematik dan
ilmu hitung sehingga ia tersohor namanya. Filsafah pemikirannya banyak
diilhami oleh rahasia angka-angka, ia beranggapan bahwa hakikat segala
sesuatu adalah angka. Dunia angka adalah dunia kepastian dan dunia ini
erat hubungannya dengan dunia bentuk. Ilmu angka dan ilmu bentuk adalah
satu-satunya ilmu pasti atau pure matematiks.
Dunia ilmu pasti adalah dunia kesempurnaan,contohnya: kebenaran =
+2ab+ adalah pasti. Ilmu ukur mengajarkan langkah mutlak bulat, namun
dalam alam kenyatannya tidak kita lingkaran yang mutlak bulat. Alam
dunia itu penuh kekurangan hanya hanya TUhanlah yang penuh
kesempurnaan.
Dalam ilmu kalam dan theology zaman pertengahan pikiran Phytagoras
sangat berpengaruh sehingga pembuktian adanya Tuhanpun didasarkan pada
logika dan ilmu pasti. Kita mengenal sifat Tuhan yang wajib atau pasti
dan kebalikannya sifat mustahil, dan ada satu lagi yaitu sifat mungkin.
Cara berfikir demikian adalah berdasarkan ilmu ukur berdasar ilmu pasti
atau ilmu pure mathematies yang tidak mungkin terjadi kebenarannya
dalam dunia kenyataan .
Sejak zaman Phytagoras, pemikiran matematika menguasai segala bidang,
menentang kebenaran akal namun cara pemikiran ini tetap berpengaruh
Karena orang tidak mudah mencintai dunia yang ada, dunia yang penuh
dengan kepalsuan, kemunafikan dan kegagalan yang pahit kata Phyta,
bahwa “all things are numbers”, tampak seolah-olah omong kosongbelaka,
akan tetapi justru ajaran itulah yang menjadi segala pokok pangkal
ilmu/ hakikat ilmupasti, teologi, mistik, tasyawuf semakin baru
kegagalan yang ditemui oleh orang dalam hidupnya sehari-hari, semakin
besar kesediaan dia untuk terbang dari dunia kebendaan dan merindukan
kepada sesuatu yang hakiki dan abadi, semakin besar kesediaannya untuk
menerima barang kramat atau mistik. Dari sini dapat dilihat kecakapan
dia dalam matematis mempengaruhi terhadap pemikiran filsafatnya,
sehingga pada segala keadaania melihat dari angka-angka dan segala
keadaan merupakan paduan dari unsure angka
2. PARMENIDES 540-473 SM
Ta dilahirkan pada tahun 540 SM di Elea, Italy selatan. Di kota
kelahirannya ia dikenal sebagai orang besar. Ia ahli dalam politik dan
pernah memangku jabatan dalam pemerintahan, namun ia lebih terkenal baku
karena jabatannya tapi karena ahli pikir yang melebihi siapapun juga
pada masanya. Kebenaran adalah sesuatu , namun berbeda dari orang yang
mengatakannya. Ada tiga cara berfikir tentang Tuhan:
1. Ada
2. Tidak ada
3. Ada dan tidak ada
Yang benar ialah ada (1) tidak mungkin ada keyakinan yang tidak ada,
(2) sebagai ada karena yang tidak mungkin Tuhan itu ada dan sekaligus
tidak ada. Jadi benar tidaknya suatu pendapat diukur dengan logika.
Untuk mencapai kebenaran kita tidak dapat berpedoman dengan penglihatan
yang menampakkan kepada kita “yang banyak” dan “yang berubah-ubah”,
hanya akal yangadapat mengatakan bahwa “yang ada” itu “ mesti ada”
serta mengakui bahwa “yang ada” itu “mustahil ada”. Bulan adalah tanda
yang sempurna bagi parmenilu. Ajaran Parmenides, yang berpokok pada
yang “satu” dan “tetap”, bertentangan dengan ajaran Heroklitos.
Heroklitos adalah nabi yang bergerak senantiasa, yang selalu dalam
kejadian Parmenidas nabi dari yang tidak berubah-ubah. Bangun dunia
Heroklitos dinamis, Dunia Parmenides statis. Ajaran Parmenides banyak
yang tidak memuaskan bagi orang yang semasa dengan dia, banyak
keterangan yang bertentangan tampaknya dengan yang lahir, sebab banyak
orang yang membantah.
3. DEMOKRITOS
Demokritos lahir di kota Abdera Pesisir Thrake Yunani Utara (460-370
SM). Demokratis tidak dipengaruhi oleh filsafat gaya baru yang
berkembang di Athena dalam kalangan Sokrates, dari lain pihak, di
Athena rupanya filsafat Demokritas cukup lama tidak dikenal. Menurut
Leukippos dan Demokritos jumlah atom tidah terhingga. Atom-atom yang
dikaitkan bergerak dengan gerak putting beliung, makin lama makin
banyak atom mengambil bagian dari gerak itu, dan badan-badan Qu yang
lebih halus dilontarkan ketepinya. Demikianlah kosmos kita dibentuk dan
dengan cara ini banyak dunia yang ditimbulkan menurut Demokritas jiwa
terdiri dari atom-atom.
4. PROTAGORAS
Lahir kira-kira pada tahun 485 SM di kota Abdera Pesisir Thrake, Yunani
Utara. Dalam bukunya “Aletheia” (kebenaran) terdapat tuturan
Photagoras yang isinya “ Manusia adalah ukuran dari segala-galanya
untuk hal-hal yang ada sehingga mereka ada dan hal-hal yang tidak ada
sehingga mereka tidak ada”. Hal ini bisa disebut retavilisme.
Protagoras berpendapat bahwa Negara tidak berdasarkan kodrat, melainkan
diadakan oleh manusia itu sendiri, ia juga berpendapat tentang
allah-allah, boleh disbut sesuatu skeptisisme (tidak mungkin mencapai
kebenaran).
5. ZENO ( 490 SM)
Zeno lahir pada tahun 490 SM di Elea. Ia menjadi terkenal karena
ketangkasan perkataan dan ketajaman pikirannya. Zeno merupakan salah
satu murid Parmanides, ia mempertahanka filsafat gurunya tidak dengan
menyambung keterangan atau menambahkannya akan tetapi mengembalikan
keterangan terhadap dalil-dalil orang yang membantah gurunya, ia
menyatakan jika keterangan orang yang membantah dinyatakan salah maka
pendirian gurunya benar dengan sendirinya. Oleh banyak filosof ia
dianggap banyak merelatifka kebenaran yang telah mapan terhadap paham
yang menyatakan yang bergerak itu ada.
Zeno mengemukakan 4 pasal yaitu:
1. Suatu gerakan tidak bisa bermula, sebab tiap-tiap badan tidak bisa sampai kepada suatu tempat atau titik yang dilaluinya.
2. Achilleus yang cepat seperti kilat tidak dapat mengejar penyu yang
begitu lambat jalannya, sebab apabila ia tiba ditempat penyu, dia sudah
maj sedikit kemuka.
3. Anak panah yang dipanahkan dari busurnya tidak bergerak, tetapi
berhenti sebabsetiap saat ia berada pada suatu tempat yang mana pada
suatu tempat itu maknanya berhenti.
4. Setengah waktu sama dengan sepenuh waktu.
Betapapun juga, dalil-dalil yang di kemukakan Zeno itu kembali dipersoalkan oleh ahli-ahli piker dalam abad ke-17 dan 18.
6. GORGIAS ( 427 SM)
Sejarah kehidupannya kurang diketahui dengan jelas, ada keterangan pada tahun 427 SM dari Leontini ia pergi ke Atena.
Pandangan falsafahnya ia mengajukan tiga proporsi sebagai kesimpulan falsafah darinya:
1. Tidak ada yang ada, maksudnya realitas itu sebenarnya itu tidak ada.
2. Akal juga tidak mampu meyakinkan kita tentang bahan alam semesta ini
3. Realitas itu dapat diketahui, namun ia tidak akan dapat diberitahukan pada orang lain.
Demikian cara Goreias mengambil sendi bagi uraiannya kepada filosof
Elea. Dengan dalil-dalil semacam itu, yang dikeluarkan dengan
Retoriela, diajarkannya orang meniadakan segala-galanya.
7. HERAKLEITOS
Herakleitos hidup di Ephesos di Asia Kecil sekitar tahu 500 SM.
Herakleitos diberi julukan “si gelap” (ho skoteinos) karena sulit
sekali mengerti maksud dan fikirannya. Gaya bahasa Herakleitos
menimbulkan kesan, wataknya tinggi hati dan sombong.
Inti pemikiran dari Herakleitos, boleh ditunjukan keyakinannya bahwa
setiap benda terdiri dari hal-hal yang saling berlawanan dan hal-hal
yang berlawanan itu tetap mempunyai kesatuan
Herakleitos menyatakan “ engkau tidak dapat terjun ke sungai yang sama
dua kali karena sungai itu mengalir”. Pernyataan semua mengalir berarti
semua berubah bukanlah pernyataan yang sederhana. Pernyataan itu
mengandung pengertian bahwa kebenaran selalu berubah. Pengertian adil
dalam hal ini belum tente benar besok. Pandangan ini merupakan warna
dasar Filsafat Sofisme.
8. XENOPHANES
Dalam tradisi Yunani diceritakan bahwa Xenophanes mengarang suatu syair
ketika Elea, kota perantauan di Italia Selatan mengabadikan peristiwa
sejarah itu. Plato dalam dialognya Sophistes mengatakan bahwa madzhab
filusuf-filusufdari Elea “Unulai dengan Xenophanes, bahkan lebih dulu”.
Perkataan ini merupakan titik tolak bagi tanggapan yang lazim dalam
tradisi Yunani yaitu bahwa Xenophanes adalah pendiri madzhab Elea.
Xenophanes bukanlah filusuf yang sebenarnya, ia adalah seorang penyair
yang sifatnya kritis dan berkenalan dengan fikiran-fikiran filsafatpada
waktu itu, kritiknya tampak terutama dalam bidang agama.
Nama Xenophanes menjadi terkenal karena untuk pertama kalinyadalam
sejarah Yunani, dialah yang mensinyalir konflik yang sedang berlangsung
antara pemikiran filsafat dan tanggapan-tanggapan mitologis yang
tradisional. Dengan kritiknya Xenophanes terutama menentang Hemeros dan
Hesiodos, kedua penyair Yunani tersebutmengenakan kepada Allah-Allah,
berbagai perbuatan yang memalukan seperti pencurian, berzina dan
penipuan. Xenophanes menginsyafi adanya hubungan antara anggapan etis
yang ideal dalam bidang etis dengan kritik lain, Xenophanes membantah
Antropomorfisme Allah-Allah, artinya tanggapan bahawa seakan-akan Allah
adalah manusia. Ia mengatakan bahwa manusia cenderung berfikir bahwa
allah-allah dilahirkan seperti halnya dengan manusia. Dapat disimpulkan
bahwa menurut dia, Allah tidak mempunyai permulaan dalam arti kekal dan
menururnya pengetahuan tentang Allah, tidak pernah pasti.
Xenophanes menyangka bahawa bumi tersimpul dalam proses peredaranyang
selalu berlangsung terus. Tanah menjadi lumpur, lalu menjadi air laut,
sebaliknya laut menjadi lumpur lalu menjadi tanah yang menarik bahwa
untuk itu ia menunjuk kepada bukti yang empiris
2 Filsafat Klasik
1 SOKRATES
Kehadiran filosof Yunani klasiksama dengan kehadiran raksasa yang
menggoncang bumi berbagai pandangan para filosof Yunani. Merupakan
motifasi kuat intuk bangkit kembalidari ilmu pengetahuan yang sangat
lemah. Sokates lahir di Athena pada tahun 470 SM dan meninggal 399 SM.
Filsafatnya adalah suatu reaksi dan suatu kritik terhadap pemikiran
kaum Sofis. Sokrates pernah dimasukkan dalam penjara karena pendapat
dan ajarannya. Adapun alsafah pemikiran Sokrates diantaranya adalah
pernyataan adanya kebenaran positif yaitu yang tidak bergantung kepada
aku dan kita. Dalam membenarkan kebenarannya Sokrates menggunakan
metode-metode tertentu yang dikenal dengan metode dialektika
(bercakap-cakap). Dari metode dialektikanya ia menemukan dua penemuan
metode yang lain yaitu induksi dan definisi. Induksi mana kala
pemikiran bertolak dari pengetahuan yang khusus lalu menyimpulkan
kepengertian-pengertian yang umum sedangkan definisi pembentukan
pengertian yang berlaku universal.
Sokrates dikenal sebagai orang yang berbudi luhur, arif, dan bijaksana,
namun ia tak pernah mengakuinya. Menurutnya filsafat bermula pada
“Jika seorang belajar bagaimana meninjau kembali kepercayaan yang sejak
kecil dianut”. Paham etika Sokrates merupakan kelanjutan dari metode
induksi dan definisi. Ajaran filosofinya tidak pernah dituliskannya
melainkan dilakukan dengan perbuatan dengan cara hidup.
2 PLATO
Lahir pada tahun 428 SM di Athena dan meninggal pada tahun 347 SM.
Tujuan hidup manusia adalah eudaimonia (hidup yang baik) untuk
mencapainya manusia harus mendapatkan pendidikan sebagaimana Sokrates
ia menggunakan metode dialog untuk mengantarkan filsafatnya, namun
kebenaran umum (devinisi) menurutnya bukan dibuat dengan cara dialog
yang induktif sebagaimana cara yang digunakan Sokrates.
Menurut pemikiran filsafatnya, dunia lahir adalah dunia pengalamanyang
selalu berubah-ubah dan berwarna-warni, semua itu adalah bayangan dari
dunia ideal. Sebagai konsep dari pandangannya tentang dunia ideal dalam
masalah etika ia berpendapat bahwa orang yang berpengetahuan dengan
pengertian yang bermacam-macamsampai pengertian tentang idenya dengan
sendirinya akan berbuat baik.
Pokok filosofi Plato adalahmencari pengetahuan tentang pengetahuan, ia
bertolak dari ajaran gurunya Socratusyang mengatakan budi ialah tahu.
Budi yang berdasarkan pengetahuan menghendaki suatu ajaran tentang
pengetahuan sebagai dasar filosofi. Pertentangan antara fikiran dan
pandangan menjadi ukuran bagi Plato. Pengetahuan bukan dari pengalaman,
karena pengalaman hanya alasan untuk menuju pengertian yang diperoleh
atas usaha akal sendiri
3. ARISTOTELES (384 – 322 SM)
Berasal dari Stageira di daerah thrake, Yunani utara, belajar dalam
Akademi Plato di Anthena, tinggal di sana sampai plato wafat. 2 tahun
mengajar pangeran Alexander Agung, lalu kemudian Ia mendirikan sekolah
bernama Lykeion (dilatinkan Lyceum) . Aristoteles lebih kearah ilmu
pengetahuan yang sedapat mungkin menyelidiki dan mengumpulkan data
kongkret. Kritik tajam ditujukan pada Plato tentang ide-ide, jadi
manusia yang kongkret aja. Ia berpendapat setiap jasmani terdiri 2 hal
yaitu bentuk dan materi, Namun yang dimaksudkannya bentuk materi dalam
arti metafisika. Materi menurutnya adalah materi yang pertama (hyle
prote) . dengan kata pertama dimaksudkan bahwa meteri sama sekali tidak
ditentukan. Dengan kata pertama materi pertama selalu mempunyai salah
satu bentuk Bentuk (morphe) ialah perinsip yang menentukan. Karena
materi pertama suatu benda merupakan benda kongkret mempunyai kodrat
tertentu, termasuk jenis tertentu (pohon misalnya bukan binatang) dan
akibatnya dapat di kenal oleh rasio kita. Dengan itu kiranya jelas
bahwa buat nya ilmu pengetahuan dimungkinkan atas dasar bentuk yang
terdapat dalam setiap benda kongkret. Teori ini dinamakan
Hilemorfisisme ( berdasarkan kata yunani Hyle dan morphe) menjadi dasar
ia melihat manusia. Sehingga bila manusia mati dapat disimpulkan maka
jiwanya pun mati .